-MethaManiesz-

Namaku Metha. sekarang udah kuliah...di Antropologi FISIP UI. i'm now in a relationship with...Djoen! Huwahahaha...gak Jomblo lagi. aku tuh suka banget yang namanya Jalan-jalan n Blanja! Makanya aku masuk Antrop biar bisa Jalan-jalan terusssss!!!! trussss....bisa blanja-blanja di tempat yang aku kunjungin. Sbenernya, Metha gak suka ama cowok yang ngrokok tapi......Metha slalu dapet cowok perokok! jadi gimana dunks??? Tapi...Gapapa deh! asal Cowonya sayang ma Metha!

Friday, May 20, 2005

Nasionalisme

RESENSI BUKU

Nasionalisme dan Gerakan Pemuda

Judul : Dengan Semangat Berkobar: Nasionalisme dan Gerakan Pemuda di Indonesia, 1918-1930
Judul Asli: Een koel hoofd en een warm hart: Nationalisme, Javanisme en Jeugdbeweging in Nederlands-Indiƫ, 1918-1930
Penulis : Hans van Miert
Penerjemah : Sudewo Satiman
Penerbit : Hasta Mitra, Pustaka Utan Kayu, KITLV, Cetakan I, April 2003
Tebal : xxxiv+636 halaman.
Harga : Rp 70.000


BUKU ini menuturkan hasil penelitian Hans van Miert, seorang sejarawan kelahiran Veghel, Belanda, yang memperdalam pengetahuannya mengenai sejarah Hindia Belanda di Jurusan Sejarah pada Katholieke Universiteit Nijmegen. Di sini digambarkan gerakan etnik dan pemuda di Hindia Belanda sebelum lahir kesepakatan nasionalisme Indonesia yang diperjuangkan oleh kelompok nasionalis Indonesia moderat, sekalipun mendapat tentangan dari pemerintah kolonial, gerakan radikal dan ciri regional masing-masing kelompok.

Buku yang terdiri dari 12 bab ini dibuka dengan latar belakang sosial dan budaya kaum nasionalis di Jawa dan Sumatera berikut pembentukan dan perkembangan awal nasionalisme di Hindia Belanda. Penulis lebih banyak membahas kelompok nasionalis Indonesia di Jawa dan Sumatera, seperti Jong Java, Jong Sumatra, Boedi Oetomo, dan Comite voor het Javaans Nationalisme yang dikenal sebagai kelompok nasionalis Indonesia moderat, kelompok yang ingin mencapai Indonesia Merdeka melalui kerja sama dengan pemerintah kolonial.

Hal yang menarik dalam buku ini seperti yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer dalam sambutan buku ini adalah kelengkapan dokumentasi dan pustaka rujukan dalam catatan kaki yang memperjelas sejarah nasionalisme dan gerakan pemuda di Indonesia.

Thursday, May 19, 2005

Apa neeh?!

Feminisme dan Relevansinya
Kamla Bhasin, Nighat Said Khan


Harga : Rp 6.000,-
Ukuran : 11 x 18 cm
Tebal : 66 halaman
Terbit : Januari 1995


Feminisme, Istilah ini langsung memunculkan banyak reaksi ketika diucapkan. Mulai dari kecurigaan, tak peduli, sampai sinisme, di satu sisi; serta antusiasme-garang dari beberapa aktivitasnya, di sisi lain. Tetapi, semakin menyeruaknya persoalan perempuan akhir-akhir ini, di negeri kita pun tumbuh minat yang semakin besar terhadapnya. Setidaknya orang mulai bertanya: apa sebenarnya fenomena ini, apa yang diperjuangkannya, apa yang dilawan, dan sebagainya.

Buku ini menjawab pertanyaan- pertanyaan dasar yang biasa diajukan orang mengenai feminisme. Banyak prasangka yang diluruskan. Dan ternyata menyajikan sasaran lebih luas daripada sekadar gender. Ada persoalan-persoalan yang mendasar yang pemecahannya justru akan memajukan kepentingan semua pihak.

Oleh karena itu tak mengherankan kalau buku ini akhirnya mengajak: Jangan takut dulu pada feminisme. Simak dan bergabunglah.

resensi buku

Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan
Koentjaraningrat


Harga : Rp 25.000,-
Ukuran : 13 x 20 cm
Tebal : 151 halaman
Terbit : Januari 1974
Sesudah beberapa tahun pembangunan nasional berjalan dalam semangat "rehabilitasi dan stabilitasi" perekonomian nasional maka sekitar awal tahun tujuh puluhan timbul pemikiran di antara golongan cendekiawan, para ahli kebudayaan dan ilmu-ilmu sosial bahwa dalil-dalil ilmu ekonomi tidak mampu memecahkan masalah pembangunan secara menyeluruh karena hambatan dari faktor-faktor non-ekonomis.

Seminar Perkembangan Sosial-Budaya dalam Pembangunan Nasional yang diselenggarakan oleh LIPI pada tahun 1970 menyimpulkan bahwa sikap mental orang Indonesia umumnya belum siap untuk pembangunan. Sejak saat itu mulai diperkenalkan kepada masyarakat ramai pendekatan sosio-kultural terhadap pembangunan.

Koentjaraningrat, guru besar dalam antropologi budaya pada beberapa universitas terkemuka di Indonesia serta mempunyai reputasi internasional di bidang kebudayaan merupakan salah seorang tokoh budayawan terkemuka Indonesia yang pada waktu itu mulai memperkenalkan pendekatan kultural terhadap pembangunan. Serangkaian karangan ilmiah populer yang pernah ditulisnya pada harian Kompas dengan judul: Kini Sering Orang Bertanya, pada awal tahun 1974 merupakan bagian terbesar dari isi buku ini. Di samping itu masih ada karangan lain yang merupakan reportase perjalanannya ke Jepang.

resensi buku

masyarakat terasing di Indonesia; Koentjaraningrat
Harga
:
Rp ,-
Ukuran
:
18 x 23.5 cm
Tebal
:
360 halaman
Terbit
:
Januari 1993

Pengarang adalah Guru Besar dalam ilmu antropologi pada Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Perguruan Tinggi Hukum Militer dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Lulus Sarjana Muda pada Universitas Gadjah Mada (1950), mendapat gelar MA, dalam antropologi dari Yale University di Amerika Serikat (1956), dan gelar Doctor Antropologi dari Universitas Indonesia (1958). Pada tahun 1976 mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari University Utrecht di Negeri Belanda, pada perayaan Dies Natalis ke-340 universitas tersebut.Pengarang pernah menjadi research associate pada University of Pittsburgh di Amerika Serikat, dan diundang sebagai guru besar tamu ke berbagai universitas di Amerika Serikat, di Negeri Belanda dan di Australi. buku ini Menyajikan data deskriptif mengenai sejumlah suku bangsa dan rumpun masyarakat terasing di Indonesia, yaitu biasanya suku-suku bangsanya kecil yang tinggal di pemukiman yang tidak tetap karena bermatapencaharian meramu sagu atau tanaman lain, atau karena mereka hidup bercocoktanam berpindah (ada juga yang menangkap ikan sambil mengembara di laut dan tinggal di dalam perahu).